• Beranda
  • Review
  • Perjalanan
  • Jurnal Juni
About instagram

ayulinsar.com - Teman Ceritamu



Si kecil yang aku pangku ini namanya Yumna, putri dari salah satu sahabatku yang usianya tak beda jauh dengan anak keduaku رَØ­ِÙ…َÙ‡ُ ٱللَّٰÙ‡ُ. Ya, kami hamil berbarengan dalam 1 circle, saat itu ada 3 orang, jadi usia anak kami juga berdekatan.

Ini pertemuan pertamaku dengannya, karena baru kali itu aku bisa pergi ke rumah orangtuaku dan bertemu dengan mereka, setelah kehilangan. Sebelumnya tidak sempat karena harus bolak-balik rumah sakit untuk pengobatan rutin anakku. Pertemuan ini membuatku sedikit demi sedikit pulih dari duka. Menggendongnya, serasa menggendong anakku sendiri. Wajah sumehnya, (yang sering tersenyum) seolah mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, aku tak perlu khawatir.

Di masa-masa 'belum menerima' takdir, aku masih sering berandai-andai pada ketetapan Allah, "Mungkin, kalau anakku masih ada, pasti sudah sebesar ini". Jujur, aku juga pernah mengalami fase tidak mau melihat anak kecil seumuran anakku, dan fase setiap lihat anak kecil lalu menangis. Masa-masa ini sangat up and down buatku, rasa kehilangan begitu mendominasi, tapi kemudian harus menyadari bahwa apa-apa yang sudah terjadi tak perlu berlarut-larut dibawa dalam kesedihan.

Menulis juga jadi salah satu treatment ku memulihkan diri dari duka. Sebagian besar yang aku tulis merupakan pengingat pada diri, bahwa apapun yang terjadi sudah kehendakNya. Aku memilih pulih, daripada terus duduk meratapi takdir. Jika tulisanku sendu kembali, bukan berarti aku masih merutuki nasib, tapi hanya sekedar pengingat bahwa tiap kesenangan ada masanya, kesedihan juga punya masanya. 

Semoga, tahun ini kita bisa pulih dari duka, pulih dari luka. Aamiin!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Budi mendapat surat dari bagian TU fakultas, hari itu ia harus membayar uang wisuda yang harus disetorkan lima hari ke depan. Jika terlambat, kemungkinan dia untuk melaksanakan prosesi wisuda akan tertunda. 

Punggungnya merebah pada sandaran kursi di ruang tunggu. Pandangannya jauh menatap langit-langit ruangan. Impiannya sederhana, ingin melepas status mahasiswanya dengan sebuah prosesi wisuda. Budi bukan mahasiswa yang hanya mengandalkan kiriman orang tuanya yang tiap bulan pasti ada uang. Ia juga pekerja keras. Menerjemahkan jurnal, membuka jasa pengetikan, bantu-bantu di fotokopian dekat kampus pun ia lakukan. Mengumpulkan pundi-pundi dengan penuh harapan. 

"Semoga, besok ada rezekiku untuk bayar wisuda.. Aamiin yaa Rabb" Batinnya. 

"Hoi Budi! Ngapain kamu di sini" Seru Ani mengejutkan Budi. 

"Ya ampun Ani, aku lagi enak-enak ngebayangin bisa metik duit di pohon, malah dikagetin" Ucap Budi. 

"Kamu halu!" Kata Ani sambil memberikan sebungkus gorengan pada Budi. 

"Ani tahu aja aku lagi butuh asupan lemak jahat, haha"

"Udah, kamu abisin dah, aku mau minta ttd artis kampus dulu ya! Jangan bengong mulu, nanti kesambet!"

Teman kampus Budi yang satu ini memang unik, Satu-satunya teman perempuan yang memahami kondisinya. Mungkin, lepas nanti selesai kuliah, Budi ingin memastikan perasaannya pada Ani.

"Ah haluuuuu! Haluuu tenan sampeyan Bud, Bud! " Serunya sendiri sambil mengunyah tahu goreng hangat. 

Ia bergegas kembali ke kontrakan, menyiapkan diri untuk pekerjaan selanjutnya, mumpung hari belum siang. Pulang dari kampus, ia mampir sebentar ke Alfamart, membeli sebotol air mineral dingin. Makan gorengan tadi, cukup membuat tenggorokannya seret. 

Ketika sampai di kasir, ia merasa tak asing dengan seseorang di depannya.

Widuri? 

Budi membaca nametag perempuan itu sekali lagi. 

- Widya -

"Ah bukan toh" Gumamnya. 
"Ini aja mas?"
"Iya"
"Gak sekalian Teh *****nya, beli dua hanya lima ribu?"
"Gak mba"
"Atau mau isi pulsanya sekalian?"
"Gak dulu mba"
"Ada lima ratusnya mas?"
"Oh ya sebentar"

Budi menyerahkan sekeping lima ratusan. Sepasang tatap mereka bertemu, Budi dan mbak kasir Alfamart.
Ada degub, dalam tatap.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Jujur, aku termasuk orang yang merasa cukup untuk memandangnya saja. Tidak untuk menyentuh apalagi menggendongnya, seperti kebanyakan orang. Aku cukup mengagumi kegemasan dan kelucuannya hanya dari jauh.

Akan cukup histeris jika dia mendekat atau sengaja disodorkan kepadaku. Ya, sampai sebegitunya.

Sampai suatu saat, aku pernah berpikir. Jangan-jangan nanti aku bertemu orang yang sayang banget sama kucing. Mulai saat itu aku ga terlalu menjauhi makhluk yang satu ini. Namun tetap jaga jarak dan tidak mau menyentuhnya.

Eng ing eng! Kekhawatiran itupun terbukti. Suami dan keluarga adalah penyayang hewan ini. Di rumah, ada sekitar 6 kucing yang tinggal. Kebayang kan? Hahaha.

Alhamdulillah mereka memahami, bahwa aku memang agak menjauhi kucing.

Jadi hikmahnya adalah, jangan terlalu benci, nanti pas ketemu jadi suka. Dan jangan terlalu bucin, karena nanti jadi yang paling ogah ditemui. Ini apa deh? Hehe.

@30haribercerita
#30haribercerita
#30HBC2006

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kalau lihat eskrim ini jadi teringat isi ceramahnya ustadz @salimafillah begini bunyinya.

___________

Sakinah itu,
Cenderung hatimu padanya
Saling mengerti tanpa harus bicara

Seorang lelaki pergi shalat jumat, HP nya dicas di rumah.

Istrinya di rumah, lalu sang istri ngirim sms "suamiku, anak2 belum pulang, bisa nih kita nostalgia makan bakso berdua, nanti pulang shalat beli bakso ya di tempat biasa dua bungkus"

Suaminya selesai shalat berpikir, mumpung anak-anak belum pulang, bisa nostalgia sambil makan bakso berdua sama istri nih, akhirnya dia beli dua bungkus bakso.

Sampai di rumah, ketemu istrinya, istrinya bilang "Waah untung tadi aku sms"
Suaminya bengong, "Loh padahal aku mau kasi surprise loh buat kamu"
"Surprise apa? Kan aku yg pesen td lewat sms"
"Sms apa? Kan hapeku dicas di rumah?"
"Iiiihh kok bisa sih kita nyambung....."

__________

Waktu itu kejadian, di rumah lagi nungguin mas suami pulang kerja. Lagi kepengen banget makan eskrim, pengen nitip sama mas sekalian di jalan pulang. Belum sempet kirim chat karena lagi sibuk di belakang.

Ngebatin, enak kayaknya sore-sore makan eskrim. Tapi karena ga sempet chat, ah yaudah lah, mungkin besok aja bisa beli.

Akhirnya mas pulang, aku lihat beliau bawa tentengan. Kresek putih khas dari minimarket pinggir jalan. Aku buka, ternyata isinya eskrim dong.

Aku bilang, "Ih kok mas tahu aku lagi kepengen eskrim?"
"Tadi kepengen aja beliin buat kamu"
*uwuuuu*

Sudah mulai menyinkronkan data satu sama lain berarti. Hehehe.

Maasyaa Allah tabaarakallah.
Semoga selalu sakinah bersamamu. Aamiin.

@30haribercerita #30haribercerita #30HBC2005
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Apa yang kalian lihat?

Ya, mereka anak muridku tahun ajaran ini, formasi lengkap plus dua orang guru. Bisa gak hitung jumlahnya ada berapa? Hihihi.

Menemani anak-anak belajar di sekolah, untuk pertama kalinya dalam kelas besar. Bukan hal yang mudah, apalagi usia mereka saat ini adalah peralihan dari kelas rendah ke kelas tinggi yang akan mengalami beban belajar yang bertambah. Seringkali, aku gemessss sama kelakuannya. Ya jahil sama temennya, ya ngadu bolak-balik, thawaf di kelas, dan segudang tingkah ajaib mereka.

Sampai-sampai selama jadi guru aku punya hobi baru. Ceramah. Yak, macam Mamah Dedeh, atau penceramah lainnya, mendadak semua rekaman selama ngaji itu terputar kembali. Anak-anak duduk di menyimak, ada yang 'merasa' jadi dia menunduk sepanjang aku berceramah.

Tujuanku satu. Aku hanya ingin, teman-teman kecilku ini 'ngeh' pelajaran tentang akhlak dan adab. 7,5 jam belajar di sekolah, gak mungkin hanya ngejar akademik dan Qur'an aja, ada juga pelajaran tentang pengaplikasian itu semua dalam kehidupan sehari-hari. Karena di masa depan nanti, bekal akhlak dan adab ini sesuatu yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan. Ya salah satunya dengan mengingatkan, memberitahu, memancing daya pikir mereka mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh.

Jika anak-anak itu titipan Allah, maka anak-anak yang dititipkan kepada kami di sekolah juga merupakan investasi akhirat yang perlu dijaga sebaik-baiknya.

Harapanku satu, kelak di masa depan jika mereka mengalami hal yang tidak menyenangkan, mereka bisa mengingat hal-hal yang membahagiakan semasa mereka sekolah dulu. Supaya hatinya kuat dan bahunya tegar menghadapi kehidupan dewasa nanti yang mungkin (akan) tak sesederhana saat dirinya kanak-kanak. "Semoga kalian bisa menebarkan kebermanfaatan untuk umat ya 'nak." Aamiin

@30haribercerita #30HBC2004 #30haribercerita


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Alhamdulillah sudah hari Jumat lagi nih!

Siapa nih di sini yang sangat amat bersemangat ketika hari pertama masuk kerja? Kalau ada plis kasih tipsnya dong. Kenapa? Sebab, mereka hebat banget, gak seperti kebanyakan orang yang setiap hari pertama kembali kerja setelah liburan panjang itu semangatnya pasti gak 100%. Ya gak sih?

Contohnya aku, masuk dalam mayoritas manusia yang 'mageran' saat pertama kali kerja setelah libur panjang. Apalagi di bidang pendidikan, liburnya mengikuti jadwal anak sekolah. Mantap kan? Tapi memang dasar manusia, kalau nggak ngeluh ya ngedumel. Lupa bersyukur.

Padahal, kalau kita mau liat dari sudut pandang lain banyak hal yang justru bisa kita syukuri, daripada ngedumel. Contoh, bagi kalian mungkin foto di atas hanya sebatas nasi padang dan teh tarik yang bisa kita beli biasa. Ya kan? Ah elah berapa sih harganya. Murah.

Tapi beda kalau kita lihat dari nilai syukurnya. Alhamdulillah, hari pertama kerja karena katering belum jalan, dibeliin makan siangnya nasi padang yang merknya (aku ingin mencintaimu dengan) 'sederhana'. Terus lagi karena hari ini hari Jumat, ada aja deh guru Al Kamil yang seneng banget sedekah. Jadi ada salah satu rekan yang bagi-bagi rezeki berupa teh tarik. Maasyaa Allah tabaarakallah

Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang engkau dustakan wahai ayu.....

Kalau ditarik lagi, rasa-rasanya hal yang baiknya lebih banyak daripada yang bikin magernya. Jadi kenapa musti males di hari pertama masuk kerja? Apalagi jadi guru, harus persiapan buat hari masuk sekolahnya anak-anak. Kalau gurunya aja mager, bagaimana pula nasib anak muridnya? Ya kan?

Semangat lahhhh pokoknya gaesss!

@30haribercerita
#30HBC2003
#30haribercerita
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Dikunjungi

Arsip

Pencarian

Media Sosial

  • Facebook
  • Threads
  • Instagram

Terbanyak Dilihat

  • Wajib Punya! Implora Day to Day Series
    Dua puluh empat jam sehari tampaknya tak cukup untuk memenuhi seluruh rencana kita sehari-hari. Tapi kalau pakai Implora Day to Day series i...
  • Tangkis Matahari dengan Perfect! Implora Perfect Shield Sunscreen
    Hai everyone! Hari gini siapa sih yang ga kenal sunscreen? Bahkan ibu mertuaku aja sudah aku perkenalkan dengan jenis skincare yang satu ini...
  • HINT Noble : Pilihan Aroma Parfum Mahal Khas Bangsawan di Era Modern
    Siapa yang suka penasaran sama parfum yang suka dipakai kaum bangsawan tuh kayak gimana sih? Apakah sama dengan kita kaum mendang mending? H...
  • Tips dan Trik Servis Motor
    Motor yang terawat akan mempunyai tarikan yang enteng dan tenaga powerfull sehingga bisa untuk menempuh beragam jenis jalanan. Tips dan trik...
  • Waspadai Anemia : Indonesia Bebas Anemia!
    Hallo generasi sehat bebas anemia! Sudah makan makanan bergizi hari ini? Kalau makan hanya sekedar makan, tidak cukup lho untuk mencegah an...

Kategori

  • Tulisan (59)
  • Nasihat Diri (39)
  • Kenangan (18)
  • Review (16)
  • Beauty (9)
  • My Pregnancy (8)
  • Kisah Perjalanan (6)
  • Jurnal Juni (4)
Diberdayakan oleh Blogger.

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates